Anak perlu variasi nutrisi dengan porsi tertentu sesuai pedoman gizi untuk menunjang tahap tumbuh kembangnya. Pola makan anak harus sudah dibentuk sejak dini (selain nutrisi dalam menu makannya).
Apa yang sudah atau akan dimakan oleh balita itu bergantung apa yang telah disajikan oleh orang tuanya. Biasakan sejak kecil anak harus diperkenalkan dengan ikan dan sayuran, karena jika tidak diperkenalkan, akan membuat anak tersebut susah menyukai makanan sehat saat ia dewasa.
“Orangtua punya peran penting untuk memberi contoh makanan bergizi cukup dan seimbang karena kebiasaan keluarga akan memengaruhi pola makan anak,” kata dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Klinik Jakarta.
Pola makan sehat bagi anak harus sejak dini dibentuk dan memerlukan proses panjang & keuletan orangtua. “Ibu harus kreatif dalam mengenalkan kebiasaan makan sehat pada anak,” kata Fiastuti. Ada 3 hal yang harus diperhatikan para orangtua khususnya ibu untuk membentuk pola makan anak.
Jumlah
Makanlah sesuai dengan kebutuhan kalori, ngga kurang & ngga lebih. Anak yang memiliki berat badan 1-10 kg, butuh 100 kalori/kilogram berat badan. Sedangkan anak yang berat badannya 10-20 kg butuh 50 kalori/kilogram berat badan (ditambah 1000 kalori).
Jenis
Karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah-buahan, sayuran, lemak dan susu itulah yang harus dipenuhi karna itu adalah kebutuhan gizi. Supaya anak cepat suka dengan makanannya, sebaiknya menu makan anak disamakan dengan menu untuk keluarga supaya anak ngga bosan. Yang harus dibedakan mungkin hanya rasa pedasnya.
Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts
Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts
Friday, September 23, 2011
Monday, September 12, 2011
Pentingnya Memeriksa Kesehatan Mata Anak
Deteksi dini pada mata anak sangat penting untuk mengetahui kondisi mata anak apakah mengalami gangguan penglihatan atau tidak. Ini penting untuk mencegah jangan sampai mata anak mengalami gangguan penglihatan dan sudah mencapai tahap yang sulit diobati. Selain dokter, sebagai orang tua kita berperan penting membantu mendeteksi kelainan mata pada anak dengan cara memahami tanda tandanya
Perkembangan penglihatan anak
Sistem visual anak berkembang sangat pesat pada 18 bulan pertama, yang kemudian menjadi sempurna pada usia 5 atau 6 tahun.
Pada saat lahir, bayi dapat melihat pola terang dan gelap, tetapi fokus masih kabur. Dunia bayi terdiri dari “ruang terbatas” yang tidak lebih jauh dari sekitar satu meter. Bayi yang berpenglihatan normal akan merespon wajah orang, khususnya wajah ibunya, yang menatapnya dari jarak dekat.
Antara usia 4-6 bulan bayi akan menggerakkan kepalanya, tidak hanya untuk mengikuti objek bergerak, tetapi juga ketika melihat ke arah objek lain.
Pada usia 6-8 bulan penglihatan bayi harus mantap dan lurus. Pada usia ini bayi sudah bisa melihat warna secara lengkap, meraih objek, dan kedua matanya sudah berkoordinasi dengan baik sehingga gerakan mata mulai terkontrol. Bayi Anda akan dapat memperoleh informasi visual dengan gerakan mata saja, sehingga gerakan kepala mengikuti benda sudah berkurang.
Pada 8-12 bulan bayi Anda akan menggunakan kedua mata bersama-sama untuk menilai jarak dan mengembangkan persepsi kedalaman.
Seiring pertumbuhan anak di usia 1 – 3 tahun, koordinasi tangan-mata akan meningkat dan anak mulai lebih memahami lingkungannya. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengeksplorasi lingkungan mereka.
Masalah kesehatan mata anak
Perkembangan penglihatan anak
Sistem visual anak berkembang sangat pesat pada 18 bulan pertama, yang kemudian menjadi sempurna pada usia 5 atau 6 tahun.
Pada saat lahir, bayi dapat melihat pola terang dan gelap, tetapi fokus masih kabur. Dunia bayi terdiri dari “ruang terbatas” yang tidak lebih jauh dari sekitar satu meter. Bayi yang berpenglihatan normal akan merespon wajah orang, khususnya wajah ibunya, yang menatapnya dari jarak dekat.
Antara usia 4-6 bulan bayi akan menggerakkan kepalanya, tidak hanya untuk mengikuti objek bergerak, tetapi juga ketika melihat ke arah objek lain.
Pada usia 6-8 bulan penglihatan bayi harus mantap dan lurus. Pada usia ini bayi sudah bisa melihat warna secara lengkap, meraih objek, dan kedua matanya sudah berkoordinasi dengan baik sehingga gerakan mata mulai terkontrol. Bayi Anda akan dapat memperoleh informasi visual dengan gerakan mata saja, sehingga gerakan kepala mengikuti benda sudah berkurang.
Pada 8-12 bulan bayi Anda akan menggunakan kedua mata bersama-sama untuk menilai jarak dan mengembangkan persepsi kedalaman.
Seiring pertumbuhan anak di usia 1 – 3 tahun, koordinasi tangan-mata akan meningkat dan anak mulai lebih memahami lingkungannya. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengeksplorasi lingkungan mereka.
Masalah kesehatan mata anak
Sunday, September 11, 2011
Tips Mencegah Sakit telinga Anak Saat di Pesawat
Saat kita bepergian bersama anak anak dengan menggunakan pesawat, seringkali anak anak mengalami perasaan tidak nyaman bahkan sakit pada telinga. Untuk mencegahnya anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini yaitu :
1. Untuk anak anak dengan usia 3 tahun keatas anda dapat memberikan permen dan anjurkan agar anak anak mengunyah permen tersebut.
2. Upayakan agar anak anak selalu minum selama berada di dalam pesawat terutama air putih.
3. Saat pesawat tinggal landas dan mendarat jangan biarkan anak anak tertidur, jagalah agar anak anak tetap dalam keadaan sadar.
4. Apabila kondisi anak sudah mengalami penyakit telinga maka berikan acetaminophen ( harus dengan resep dokter )sebelum tinggal landas.
Hal hal kecil diatas perlu diperhatikan agar anak anak terlindung dari rasa sakit saat berada di dalam pesawat dan agar mereka merasa nyaman.
Labels:
kesehatan anak,
kesehatan telinga,
pesawat,
Tips Mencegah Sakit telinga Anak Saat di Pesawat
Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan Gizi yang Seimbang
Menurut Spesialis gizi klinik Departemen Radioterapi RS. Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Fiastuti Witjaksono, MS SpGK, asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak menjadi optimal. Setiap hari anak membutuhkan asupan gizi yang bisa didapatkan dari asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Asupan kandungan nutrisi tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai macam variasi makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Untuk menyerap vitamin pnting seperti A, D, E dan K, kita harus mengkonsumsi lemak hingga 30% dari total energi setiap harinya.
”Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalahpahaman orang tua terhadap hal ini” ujarnya.
Kurang gizi, kelebian gizi, dan salah gizi merupakan 3 masalah gizi yang ia sebutkan, dan masing-masing memiliki indikasi dan akibat yang berbeda.
Katanya, perlu komposisi seimbang antara karbohidrat (45-65%), protein (10-25%), lemak minimal 30%, dan berbagai macam vitamin lain yang wajib diberikan kepada anak untuk membantu tumbuh kembang optimal anak dan untuk mencegah 3 masalah gizi tersebut.
Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2007, sebanyak 82% dari 4,1 juta balita yang mengalami malnutrisi, mereka mengalami kurang gizi dan 18% beresiko terkena gizi buruk.
Ia mengungkapkan, demi menciptakan pola makan yang sehat, menyenangkan dan terkontrol diperlukannya perencanaan makan yang cerdas oleh orangtua. Yang menjadi kuncinya yaitu jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan, jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, jadwal makan yang teratur, lemak seimbang, protein, di lain sisi nutrien spesifik yang terpenuhi.
Menurutnya, kekurangan gizi pada anak akan berpengaruh pada perkembangan otak, pertumbuhan fisik, perkembangan kepandaian, dan juga berpengaruh pada kematangan sosial.
Ia menyebutkan bahwa anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1.300 kalori/hari, usia 4-6 tahun membutuhkan 1.800 kalori/hari, sedangkan umur 7-10 tahun membutuhkan 2000 kalori/hari.
”Anak harus dibiasakan makan 3x sehari dan ditambah makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut.” ungkapnya.
Asupan kandungan nutrisi tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai macam variasi makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Untuk menyerap vitamin pnting seperti A, D, E dan K, kita harus mengkonsumsi lemak hingga 30% dari total energi setiap harinya.
”Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalahpahaman orang tua terhadap hal ini” ujarnya.
Kurang gizi, kelebian gizi, dan salah gizi merupakan 3 masalah gizi yang ia sebutkan, dan masing-masing memiliki indikasi dan akibat yang berbeda.
Katanya, perlu komposisi seimbang antara karbohidrat (45-65%), protein (10-25%), lemak minimal 30%, dan berbagai macam vitamin lain yang wajib diberikan kepada anak untuk membantu tumbuh kembang optimal anak dan untuk mencegah 3 masalah gizi tersebut.
Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2007, sebanyak 82% dari 4,1 juta balita yang mengalami malnutrisi, mereka mengalami kurang gizi dan 18% beresiko terkena gizi buruk.
Ia mengungkapkan, demi menciptakan pola makan yang sehat, menyenangkan dan terkontrol diperlukannya perencanaan makan yang cerdas oleh orangtua. Yang menjadi kuncinya yaitu jumlah kalori yang sesuai dengan kebutuhan, jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, jadwal makan yang teratur, lemak seimbang, protein, di lain sisi nutrien spesifik yang terpenuhi.
Menurutnya, kekurangan gizi pada anak akan berpengaruh pada perkembangan otak, pertumbuhan fisik, perkembangan kepandaian, dan juga berpengaruh pada kematangan sosial.
Ia menyebutkan bahwa anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1.300 kalori/hari, usia 4-6 tahun membutuhkan 1.800 kalori/hari, sedangkan umur 7-10 tahun membutuhkan 2000 kalori/hari.
”Anak harus dibiasakan makan 3x sehari dan ditambah makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut.” ungkapnya.
Labels:
kesehatan,
kesehatan anak,
kesehatan bayi,
Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan Gizi yang Seimbang
Subscribe to:
Posts (Atom)
