Showing posts with label penyakit. Show all posts
Showing posts with label penyakit. Show all posts

Sunday, September 11, 2011

Cuci Darah karena Soft Drink dan Mie Instan

saya mempunyai teman yang sudah berusia 35 tahun yang sekarang selalu rutin mencuci darah karena gagal ginjal. Mereka bekerja di kontraktor pengemboran minyak dan sering sekali mengkonsumsi mie instan dan minuman ringan, baik botol maupun kalengan.

Karena sering makan mie instan ddan botol kalengan berat badannya pun kian bertambah, makan mie dan minum malam diatas jam 11 malam, ternyata membuat gemuk. Tahun 2009 (tiga tahun setelah itu) saya kembali bertemu di rumah sakit, menunggu antrian cuci darah karena gagal ginjal.

Satunya lagi seorang sopir yang suka minum penahan kantuk yang dijual bebas. Kebanyakan cairannya berwarna kuning dan asam. Awal tahun ini divonis dokter gagal ginjal dan harus cuci darah.

Sebagai orang awam saya bingung, apa memang jenis-jenis makanan cepat saji dan minuman ringan serta penahan kantuk memang berbahaya untuk ginjal?

Anak teman saya juga karena sering mengkonsumsi mie instan sekarang menjadi pengeroposan tulang,sampai ia meninggal dunia, padahal usianya masih muda, 23 tahun, sedang kuliah.

Berhati-hatilah, jangan sampai keluarga kita terkena gagal ginjal.

Tips Mengatasi Campak

Jika terjangkit gangguan campak, maka segera periksakan ke dokter. Akan tetapi, sebelum sempat ke dokter, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Beberapa tindakan tersebut antara lain tinggal di rumah sampai penyakit tidak menular lagi, istirahat dan minum banyak cairan, minum obat anti demam, dan minum obat batuk. Bila menderita sakit telinga, keluar cairan dari telinga, demam terus menerus, kejang­kejang atau mengantuk, maka segeralah ke dokter.

Sebaiknya penderita campak segera ditangani apabila telah timbul gejala-gejala seperti napas cepat yang tidak normal (terengah-engah), mudah mengan­tuk, sakit kepala, dan muntah. Menghadapi pasien seperti ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan resep antibiotik untuk otitis media atau radang paru-paru. Jika dokter menduga terdapat radang otak, maka dokter akan menyarankan anda untuk menginap di rumah sakit.

Sebagian penderita akan sembuh total dari campak sekitar sepuluh hari sejak serangan gejala. Satu kali serangan campak akan memberikan kekebalan sepanjang hidup pasien. Penyakit ini sebagian besar terjadi pada usia anak-anak, yaitu dari usia SD hingga masa pubertas. Biasanya, penyakit ini timbul karena kondisi tubuh yang kekurangan gizi. Meskipun sudah menginjak remaja ataupun dewasa, jika pada masa kecilnya belum pernah mengalami penyakit ini dan kondisi tubuh memung­kinkan terserang campak, maka tidak menutup kemungkinan campak akan menyerangnya sewaktu­waktu. Campak juga dapat menyerang seseorang apabila di masa balitanya belum sempat mendapatkan imunisasi untuk daya ketahanan tubuh.

Tips Mengatasi Patek

Penyakit patek (sejenis penyakit kulit) akan meninggal­kan bekas di kulit dan sulit untuk dihilangkan. Jika penyakit tersebut terjadi pada Anda, obatilah dengan ramuan berikut.

Ambil kunyit dan buah pala, kemudian digerus sampai halus. Tambahkan minyak kelapa, kemudian dibakar. Ketika masih hangat, masukkan ramuan ke dalam lubang patek. Lakukan dua kali dalam sehari, maka dalam 2 atau 4 hari dapat dilihat perubahannya.

Tips Mengatasi Sembelit

Disinyalir, sembelit memiliki andil besar dalam memunculkan beberapa penyakit pada tubuh, seperti demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/ gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif, dan sebagainya. Hal ini dapat terjadi karena adanya timbunan ampas tubuh Anda.

Cara untuk mengatasi sembelit ini adalah dengan detoksifikasi (detoks). Apa itu detoks? Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan saiah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks akan meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif ini adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada dalam usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif.

Kenali Gejala Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus atau biasa disingkat sebagai DM merupakan penyakitas yang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit kencing mannis ini banyak diderita tua dan muda yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah yang disebut sebagai hiperglikemia. Kekurangan insulin dalam tubuh mengakibatkan manusia mengidap penyakit ini. Menurut ahli ada tiga jenis penyakit kencing manis yang dikelompokkan berdasarkan sifatnya; penyakit DM yang bergantung kepada insulin, penyakit DM yang tidak bergantung kepada insulin (bagi penderita kurus maupun gemuk), dan penderita yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi. Disamping itu, ada pula penyakit DM yang berkaitan dengan gejala pada organ tertentu seperti pada pankreas, hal hormonal, zat-zat kimia, kelainan pada insulin, serta dapat pula disebabkan oleh genetik.

Pada umumnya penyakit diabetes melitus ini terjadi dikarenakan oleh tidak berfungsinya sebagian atau dalam jumlah yang besar pada organ pankreas yang seharusnya menghasilkan zat insulin, sehingga terjadilah yang disebut sebagai kekurangan insulin. Selain itu dapat pula terjadi dikarenakan adanya gangguan fungsi pada saat masuknya glukosa ke dalam sel manusia yang disebabkan oleh obesitas atau kegemukan. Jenis DM yang ditimbulkan oleh kurangnya insulin disebut DM tipe 1, sedangkan diabetes dari tipe 2 atau disebut dengan istilah diabetes melitus yang dikarenakan malfungsi pada insulinnya. Insulin itu sendiri merupakan hormon yang dihasilkan di pankreas, yang berbentuk kelenjar di bagian belakang lambung. Insulin memiliki fungsi untuk mengatur glukosa pada tubuh untuk berubah menjadi energi dan menyimpan sisanya di hati serta otot.

Ada beberapa gejala yang dapat anda kenali sebagai gejala umum yang terjadi pada penderita diabetes melitus yaitu penderita akan senantiasa merasa haus sehingga banyak minum, kemudain penderita juga menjadi sering berkemih, dan yang terakhir ada penurunan berat bada yang drastis. Mungkin awalnya penderita mengalami kenaikan berat badan yang disebabkan oleh tingginya kadar gula pada tubuh. Jadi, harus diwaspadai jika kita selalu merasa haus dan selalu berasa lapar. Gejala lainnya yaitu adanya gangguan syaraf pada kaki dalam bentuk sering terjadi kesemutan di malam hari, turunnya daya penglihatan, berasa gatal pada kemaluan, luka yang sulit sembuh, adanya gangguan saat ereksi serta adanya keputihan pada wanita.

Agar tepat dalam penanganan, ada baiknya anda mendapatkan pengobatan yang intensif jika tidak ingin terjadi komplikasi dalam tubuh anda. Untuk itu dituntut kedisplinan anda untuk selalu menguji kadar gula dalam darah yang dapat dilakukan di labor dan dengan alat yang anda gunakan sendiri. Jika hal ini tidak diwaspdai sejak awal, dapat terjadi gangguan pada pembuluh darah seperti pembuluh darah pada otak, pada mata, jantung, ginjal, serta pada daerah kaki. Selain itu penderita diabetes juga sangat mudah terinfeksi yaitu pada paru, gigi, serta gusi dan pada saluran kemih anda. Waspadailah diabetes melitus.

penyebab autisme? dapatkah disembuhkan

Autisme adalah gangguan yang mempengaruhi anak-anak. Tapi banyak anak-anak autis telah mampu menjalani kehidupan normal.

Autisme adalah gangguan perkembangan yang muncul pada tahap awal perkembangan otak anak, terutama di tiga tahun pertama pembangunan. Ini adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi fungsi otak dan mempengaruhi perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi individu.

Diagnosis dini autisme yang paling penting untuk pengobatan gangguan ini. Namun, tidak ada darah atau tes medis yang tersedia yang akan membantu dalam diagnosis autisme. Umumnya, ini keterlambatan dalam pengembangan keterampilan bahasa atau kurangnya pembangunan sosial yang tepat yang menyebabkan orang tua atau guru untuk mencari evaluasi medis. Tidak ada spesifikasi ras atau etnis untuk terjadinya gangguan ini, meskipun anak laki-laki tiga atau empat kali lebih mungkin memiliki autis.

Autisme terlihat untuk mempengaruhi setiap individu dalam tingkat yang berbeda dan dianggap sebagai gangguan spektrum. Umumnya, autisme terlihat untuk mempengaruhi keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal, kegiatan rekreasi, dan interaksi sosial yang serba individu.

Tidak ada pengobatan standar untuk menyembuhkan autisme. profesional medis yang berbeda memiliki berbagai filsafat dan praktek untuk mengobati individu autistik. Hasil pengobatan autisme juga akan bervariasi dari individu ke individu. Namun, autisme tidak dapat disembuhkan secara total, hanya ada perbaikan dalam kemampuan orang autis. Anak-anak autistik terlihat sangat merasakan manfaat dari pendekatan pengobatan yang meliputi pendidikan khusus dan manajemen perilaku.

Strategi penting dalam pengobatan autisme adalah menjaga pola makan anak-anak autis gluten dan kasein bebas. Diet autisme gluten dan bebas kasein terlihat untuk menghasilkan tingkat ditandai perbaikan pada anak autis. Hal ini karena dalam sistem tubuh mereka ada rincian lengkap dari peptida dalam bahan makanan yang mengandung gluten dan kasein. Ini mengarah ke peningkatan penyerapan peptida menyebabkan gangguan dalam biokimia dan proses neuroregulatory di otak. Menambahkan vitamin B6 dan B12 untuk diet bermanfaat bagi pengobatan autisme karena meningkatkan pencernaan, gejala alergi, dan keramahan pada anak-anak.

Meskipun satu anak dalam setiap seribu yang terkena penyakit ini, kesadaran dan jumlah kelompok dukungan untuk penyakit ini diabaikan. Upaya yang dilakukan untuk menciptakan kesadaran meningkat dan dapat menghasilkan dana untuk mendukung penelitian dan pengobatan autisme.

Tahapan Penyakit hati

Hati adalah salah satu organ terbesar dalam tubuh manusia dan sangat penting untuk berfungsinya tubuh. Hati mensintesis protein, empedu, asam, dan kolesterol. Ini menjaga agar terjadi keseimbangan antara nutrisi dan bahan kimia seperti glukosa, kolesterol lemak, vtamin, dan hormon dan membantu dalam ekskresi banyak produk limbah seperti bilirubin, kolesterol, racun, dan obat-obatan.

Ada empat tahapan kerusakan hati: peradangan, fibrosis, sirosis, dan kanker.

Peradangan

Hati bisa meradang karena kondisi tertentu, penggunaan alkohol dan bahan kimia tertentu. Kondisi yang dapat menyebabkan radang hati Hepatitis B, Hepatitis C, autoimmune hepatitis, dll. Ekstensif menggunakan alkohol juga menyebabkan peradangan hati. Beberapa obat dan polutan industri dapat mempengaruhi hati. Peradangan ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, panas dan nyeri mungkin dalam hati.

Fibros

Tahap kedua dari penyakit hati adalah fibrosis atau jaringan bekas luka. Setelah hati meradang untuk jangka waktu yang lama, jaringan ikat hati menumpuk. Pada tahap ini fungsi hati perlahan-lahan menurun.

Sirosis

Tahap ketiga dari penyakit hati yang disebut sirosis. Ketika hati telah rusak karena peradangan dan fibrosis, tidak berfungsi dengan baik. Akumulasi bekas luka pada jaringan aliran darah melalui hati, lambat laun dapat rusak dan bahkan tidak berfungsi normal. Beberapa gejala sirosis tahap akhir adalah edema, memar dan berdarah, penyakit kuning, batu empedu, dan peningkatan racun dalam darah, pembuluh darah membesar, dan diabetes.

Cancer

Jika penyakit hati tidak diobati dalam tiga tahap-tahap awal, kanker dapat berkembang. Kanker hati atau hepatocellular carcinoma, mempengaruhi sekitar 4% pasien dengan sirosis. Sebuah transplantasi hati adalah salah satu pilihan untuk mengobati kanker hati.